Jumlah Pengunjung

20160406

Izebel, jiwa yang jahat

Izebel - jiwa yang jahat.
1 Raja-raja 21:1-25
Kebun anggur Nabot
21:1 Sesudah itu terjadilah hal yang berikut. Nabot, orang Yizreel, mempunyai kebun anggur di Yizreel, di samping istana Ahab, raja Samaria. 21:2 Berkatalah Ahab kepada Nabot: "Berikanlah kepadaku kebun anggurmu itu, supaya kujadikan kebun sayur, sebab letaknya dekat rumahku. Aku akan memberikan kepadamu kebun anggur yang lebih baik dari pada itu sebagai gantinya, atau jikalau engkau lebih suka, aku akan membayar harganya kepadamu dengan uang." 21:3 Jawab Nabot kepada Ahab: "Kiranya TUHAN menghindarkan aku dari pada memberikan milik pusaka nenek moyangku kepadamu!" 21:4 Lalu masuklah Ahab ke dalam istananya dengan kesal hati dan gusar karena perkataan yang dikatakan Nabot, orang Yizreel itu, kepadanya: "Tidak akan kuberikan kepadamu milik pusaka nenek moyangku." Maka berbaringlah ia di tempat tidurnya dan menelungkupkan mukanya dan tidak mau makan. 21:5Lalu datanglah Izebel, isterinya, dan berkata kepadanya: "Apa sebabnya hatimu kesal, sehingga engkau tidak makan?" 21:6 Lalu jawabnya kepadanya: "Sebab aku telah berkata kepada Nabot, orang Yizreel itu: Berikanlah kepadaku kebun anggurmu dengan bayaran uang atau jika engkau lebih suka, aku akan memberikan kebun anggur kepadamu sebagai gantinya. Tetapi sahutnya: Tidak akan kuberikan kepadamu kebun anggurku itu." 21:7 Kata Izebel, isterinya, kepadanya: "Bukankah engkau sekarang yang memegang kuasa raja atas Israel? Bangunlah, makanlah dan biarlah hatimu gembira! Aku akan memberikan kepadamu kebun anggur Nabot, orang Yizreel itu." 21:8 Kemudian ia menulis surat atas nama Ahab, memeteraikannya dengan meterai raja, lalu mengirim surat itu kepada tua-tua dan pemuka-pemuka yang diam sekota dengan Nabot. 21:9 Dalam surat itu ditulisnya demikian: "Maklumkanlah puasa dan suruhlah Nabot duduk paling depan di antara rakyat. 21:10 Suruh jugalah dua orang dursila duduk menghadapinya, dan mereka harus naik saksi terhadap dia, dengan mengatakan: Engkau telah mengutuk Allah dan raja. Sesudah itu bawalah dia ke luar dan lemparilah dia dengan batu sampai mati." 21:11 Orang-orang sekotanya, yakni tua-tua dan pemuka-pemuka, yang diam di kotanya itu, melakukan seperti yang diperintahkan Izebel kepada mereka, seperti yang tertulis dalam surat yang dikirimkannya kepada mereka. 21:12 Mereka memaklumkan puasa dan menyuruh Nabot duduk paling depan di antara rakyat. 21:13 Kemudian datanglah dua orang, yakni orang-orang dursila itu, lalu duduk menghadapi Nabot. Orang-orang dursila itu naik saksi terhadap Nabot di depan rakyat, katanya: "Nabot telah mengutuk Allah dan raja." Sesudah itu mereka membawa dia ke luar kota, lalu melempari dia dengan batu sampai mati. 21:14Setelah itu mereka menyuruh orang kepada Izebel mengatakan: "Nabot sudah dilempari sampai mati." 21:15 Segera sesudah Izebel mendengar, bahwa Nabot sudah dilempari sampai mati, berkatalah Izebel kepada Ahab: "Bangunlah, ambillah kebun anggur Nabot, orang Yizreel itu, menjadi milikmu, karena Nabot yang menolak memberikannya kepadamu dengan bayaran uang, sudah tidak hidup lagi; ia sudah mati." 21:16 Segera sesudah Ahab mendengar, bahwa Nabot sudah mati, ia bangun dan pergi ke kebun anggur Nabot, orang Yizreel itu, untuk mengambil kebun itu menjadi miliknya. 21:17 Tetapi datanglah firman TUHAN kepada Elia, orang Tisbe itu, bunyinya: 21:18 "Bangunlah, pergilah menemui Ahab, raja Israel yang di Samaria. Ia telah pergi ke kebun anggur Nabot untuk mengambil kebun itu menjadi miliknya. 21:19 Katakanlah kepadanya, demikian: Beginilah firman TUHAN: Engkau telah membunuh serta merampas juga! Katakan pula kepadanya: Beginilah firman TUHAN: Di tempat anjing telah menjilat darah Nabot, di situ jugalah anjing akan menjilat darahmu." 21:20 Kata Ahab kepada Elia: "Sekarang engkau mendapat aku, hai musuhku?" Jawabnya: "Memang sekarang aku mendapat engkau, karena engkau sudah memperbudak diri dengan melakukan apa yang jahat di mata TUHAN. 21:21Sesungguhnya, Aku akan mendatangkan malapetaka kepadamu, Aku akan menyapu engkau dan melenyapkan setiap orang laki-laki dari keluarga Ahab, baik yang tinggi maupun yang rendah kedudukannya di Israel. 21:22 Dan Aku akan memperlakukan keluargamu sama seperti keluarga Yerobeam bin Nebat dan seperti keluarga Baesa bin Ahia, oleh karena engkau menimbulkan sakit hati-Ku, dan oleh karena engkau mengakibatkan orang Israel berbuat dosa. 21:23 Juga mengenai Izebel TUHAN telah berfirman: Anjing akan memakan Izebel di tembok luar Yizreel. 21:24 Siapa dari keluarga Ahab yang mati di kota akan dimakan anjing dan yang mati di padang akan dimakan burung di udara." 21:25 Sesungguhnya tidak pernah ada orang seperti Ahab yang memperbudak diri dengan melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, karena ia telah dibujuk oleh Izebel, isterinya.


1. Benih Dosa.
Ay 1-6
Jiwa yang jahat! Inilah judul yang diberikan. Kalau ada orang bertanya apakah "jiwa" itu? Mengapa dikatakan "jiwa" yang jahat? Berarti ada kebalikannya juga yaitu "jiwa yang baik".
Kalau melihat KBBI Jiwa dikatakan atau diartikan sebagai : 1 roh manusia (yg ada di dl tubuh dan menyebabkan seseorang hidup); nyawa; 2 seluruh kehidupan batin manusia (yg terjadi dr perasaan, pikiran, angan-angan, dsb)
Akan tetapi dalam agama Kristen ada pendapat yang membedakan antara Jiwa dan Roh ini penganut faham Trikhotomi (Tubuh, Jiwa dan Roh) sedangkan faham Dikhotomi (Tubuh, dan Jiwa/ Roh) menganggap Jiwa dan Roh adalah sama. Dalam renungan kali ini kita bukan akan membahas perbedaan yang terjadi, atau perdebatan mana yang benar, karena dua-duanya mempunyai dasar Alkitab. Hanya tetap dalam penjelasan mengenai "jiwa" saya harus menentukan pilihan yang mana, yang termudah adalah mengambil dari awal penciptaan manusia pada:
Kejadian 2:7 (LAI TB), ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup
KJV, And the LORD God formed man of the dust of the ground, and breathed into his nostrils the breath of life; and man became a living soul.
Jadi Jiwa itu berasal dari Allah yaitu Nafas kehidupan, dan jika berasal dari Allah seharusnya adalah "Baik", jadi awalnya jiwa manusia baik adanya! Dalam salah satu buku yang saya baca, Jiwa digambarkan oleh Dallas Willard (Dallas Albert Willard adalah seorang Filsuf Amerika yang banyak menulis buku Spiritual Kristen, telah meninggal pada 8 Mei 2013) bahwa Jiwa adalah keutuhan manusia, misalnya dalam sensus penduduk dikatakan misalnya 250 juta jiwa. Dallas menjelaskan dengan ilustrasi lingkaran, lingkaran terkecil adalah 'Kehendak', lalu dilingkupi oleh lingkaran yang lebih besar 'Pikiran', dan seterusnya lingkaran 'Tubuh' dan lingkaran terbesarnya 'Jiwa' . Dalam sistem operasi kehidupan manusia, Jiwa adalah kapasitas untuk memadukan seluruh bagian menjadi kehidupan yang tunggal dan utuh. Masih menurut Dallas, jiwa menginginkan keharmonisan, koneksi dan integrasi. Itulah sebabnya integritas adalah kata yang berkaitan erat dengan jiwa. Lebih jauh lagi jiwa berusaha menautkan kita dengan orang lain, dengan alam ciptaan dan dengan Allah sendiri.
Kalau digambarkan secara sederhana menurut lingkaran-lingkaran yang dibuat Dallas maka segala berawal dari kehendak, kehendak mempengaruhi pikiran kita, dan pikiran kita memerintah tubuh kita bertindak, dan Jiwa mengontrol semuanya sebelum bertindak! Ini yang seharusnya terjadi. Akan tetapi dalam dunia yang telah rusak ini, Jiwa kita dirusak oleh kehendak, pikiran dan tubuh kita sendiri. Ketika ini yang terjadi maka rusaklah keharmonisan sistem operasi kehidupan kita. Bukan Jiwa yang mengontrol tubuh melainkan Jiwa dikontrol oleh kehendak bebas manusia! Disinilah Jiwa menjadi rusak adanya.
Mari kita lihat kembali kepada bacaan kita hari ini baca kembali 1 Raja-Raja 21 :1-6. Mula-mula Raja Ahab melihat betapa indahnya kebun anggur Nabot, timbul kehendaknya untuk memilikinya, pikirannya mulai bekerja dan begitu mendapat akal maka tubuhnya bergerak dengan mencoba menawar kebun Nabot. Tetapi Nabot tidak memberikannya, dan alasan Nabot pun kuat berdasarkan aturan Firman Allah yang melarang menjual tanah nenek moyang (Im 25:23-28 Bil 36:7-13). Ketika Ahab mendengar hal ini tentunya ia pun mengetahui aturan itu, oleh karena itu ia menjadi gusar, karena Jiwanya melarang sedangkan tubuhnya ingin, inilah yang terjadi. Ketika hal ini diketahui oleh Izebel istrinya maka dosa mulai dibuahi.
Melalui 6 ayat pertama saja kita sudah dapat belajar banyak. Pernahkah kita demikian gusar menghadapi keinginan hati kita, atau keinginan kehendak bebas kita. Padahal jelas ada tertulis bahwa kita dilarang mengingini harta milik orang lain (Kel 20:17). Begitu kita mengingini sesuatu dan tidak dapat tercapai maka iri hati timbul, dan kita menjadi gusar karena Jiwa kita menentangnya! Di sinilah dosa mengintip siap dibuahi.
Mari kita lihat bacaan selanjutnya yaitu ayat 7 -16

2. Dosa yang berbuah.
Siapakah Izebel itu? Dalam 1 Raja-Raja 16:31 Izebel, anak Etbaal, raja orang Sidon, menjadi isterinya, sehingga ia pergi beribadah kepada Baal dan sujud menyembah kepadanya.
Dari sini kita mengetahui jelas siapakah Izebel itu! Seorang manusia yang jiwanya telah lama rusak karena ia bukan orang yang menyembah Allah yang Esa melainkan penyembah Baal. Jadi dapat kita bayangkan bagaimana reaksi Izebel mengetahui kegelisahan Ahab. Ia malah membuahi dosa itu sehingga menjadi buah dosa yang matang. Izebel penyembah Baal yang bisa kita katakan penyembah 'Setan', ia bukan istri yang baik tentunya dan ia menggunakan kekuasaannya mempengaruhi banyak orang, yaitu Ahab sendiri dan bersekutu dengan orang-orang dursila untuk memfitnah Nabot dan memanipulir hukum Taurat. Hukum Taurat memang memberikan persyaratan sedikitnya dua saksi (Ul 17:6-7 19:15 Bil 35:30). Hukum Taurat juga mengatakan bahwa sebagai saksi mereka harus melempar batu yang pertama (Ul 17:7). Jadi tampaknya pelaksanan hukuman terhadap Nabot benar adanya!
Apa yang dapat kita pelajari dalam hal kehidupan sehari-hari, mungkin tidak tidak sampai menfitnah seperti Izebel. Tetapi pernahkah kita terlibat dalam intrik-intrik untuk menjahati orang lain, atau memprovokasi ketika teman kita dalam kebimbangan sehingga ia terjerumus dalam dosa?
Dalam dunia serba gemerlap dan konsumerisme ini saat ini, banyak Izebel-Izebel berkeliaran yang membuat kaum lelaki jatuh kedalam pelukannya dan berbuahlah dosa itu. Inilah yang diingini Iblis yaitu menjauhkan kita dari Allah! Iblis tidak ingin disembah, iblis gembira ketika kita jauh dari Allah.
Bagi kaum wanita sudah seharusnya tidak menjadi Izebel-Izebel melainkan wanita yang takut akan Allah sehingga dapat menjadi istri-istri yang berkenan di hadapan-Nya, Istri yang cakap adalah mahkota suaminya, tetapi yang membuat malu adalah seperti penyakit yang membusukkan tulang suaminya (Ams. 12:4).

Ketika Jiwa tidak mendapatkan keharmonisan dengan Kehendak, Pikiran dan Tubuh, maka jiwa yang asalnya baik karena berasal dari Allah, akan menjadi rusak, dan jika ini dibiarkan maka jiwa akan mengeras dan menjadi jahat. Inilah yang harus kita perhatikan, karena Allah tidak akan tinggal diam ketika pemberian-Nya yang diberikan kepada kita menjadi rusak, maka Allah akan membinasakan selamanya!

Coba kita lihat bacaan selanjutnya yaitu ayat 17-25
3. Hukuman atas Dosa.
Jika diperhatikan pada ayat 17 maka kita dapat simpulkan bahwa apa yang dilakukan oleh Izebel tidak ada orang yang mengetahui nya, tetapi Allah tentu mengetahuinya oleh karena itu Allah berfirman kepada Elia, orang Tisbe itu. Dengan membaca seluruhnya ayat 18-25 betapa dasyat hukuman Allah kepada Ahab, Izebel dan keluarganya. Allah menghukum demikian berat karena Izebel telah menyesatkan bangsa Israel. Nubuat ini digenapi ketika Ahab terbunuh dalam pertempuran dan anjing-anjing menjilati darah hasil cucian kereta perangnya (1Raj 22:35,38). Putra-putra Ahab juga mati dengan kekerasan: Ahazia jatuh dari kisi-kisi kamar atasnya dan kemudian mati karena cedera itu (2Raj 1:2,17); Yoram terbunuh oleh Yehu dan tubuhnya dilemparkan ke kebun Nabot (2Raj 9:22-26). Istri Ahab, Izebel, juga mati dengan kekerasan (lih. 2Raj 9:30-37).

Ketika kita selesai membaca hal ini, pasti kita berpikir bahwa kita tidaklah sejahat Izebel! Jadi tenang-tenang sajalah. Apakah benar demikian? Karena dimata Tuhan tidak ada dosa besar dan dosa kecil, dan setiap dosa selalu menimbulkan konsekwensi yang tidak menyenangkan. Setiap dosa yang kita lakukan Allah mengetahui-Nya!
Memelihara Jiwa kita dengan baik berarti berdasarkan apa yang diajarkan oleh Dallas Willard adalah Jiwa kita harus yang menjadi pemimpin dalam sistem operasi kehidupan kita. Ketika kehendak kita bertentangan dengan Jiwa kita, kita harus dapat menaklukkan kehendak kita. Jika hal ini dapat kita lakukan terus menerus maka kita bisa mengetahui apa artinya "Sukacita". Kita dapat mengerti apa yang dikatakan pada Filipi 4 :4 Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah! Apapun keadaannya kita tetap dapat merasakan Sukacita.
Ada sebuah ilustrasi yang menggambarkan bagaimana Jiwa yang mengontrol pikiran sehingga membawa Sukacita.
Beberapa tahun yang lalu saya membaca sebuah kisah tentang seorang wanita kristiani berusia 92 tahun yang buta. Meskipun memiliki keterbatasan fisik, ia selalu berpakaian rapi. Rambutnya selalu tersisir rapi dan ia berdandan dengan sangat cantik. Setiap pagi ia menyambut hari yang baru dengan penuh semangat.
Setelah suaminya meninggal pada usia 70 tahun, wanita itu merasakan perlunya pindah ke panti wreda supaya mendapatkan perawatan yang layak. Pada hari kepindahannya itu, seorang tetangga yang baik hati mengantarkannya ke panti wreda dan menuntunnya menuju ruang tunggu. Karena kamarnya belum disiapkan, maka ia menunggu di ruang tunggu dengan sabar selama beberapa jam.
Ketika akhirnya seorang petugas datang menjemputnya, ia tersenyum manis sembari mengarahkan alat bantu jalannya menuju lift. Petugas itu menggambarkan keadaan kamarnya kepadanya, termasuk gorden-gorden baru yang dipasang di jendela kamarnya. "Saya menyukainya," sahut wanita buta itu. "Tapi Bu Jones, Anda kan belum melihat kamar Anda," sahut petugas itu. "Hal itu tidak ada pengaruhnya bagi saya," timpalnya. "Kebahagiaan adalah sebuah pilihan. Entah saya menyukai kamar saya atau tidak, hal itu tidak tergantung pada bagaimana penataan kamar saya. Itu tergantung pada bagaimana saya menata pikiran saya."
Alkitab mengatakan, "Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan!" (Filipi 4:4). Demikianlah seharusnya Anda menata pikiran Anda —David Roper (dari Sabda.org)

Bukankah yang kita cari adalah Sukacita? Kalau ya, mengapa kita tidak memelihara Jiwa kita agar tidak menjadi Jiwa yang Jahat!

Bogor, 26 Feb 2016
Luki F. Hardian

Yokhebed, Ibu yang luar biasa

Kelompok Berea Gereja Kristus Bogor.
Yokhebed, ibu yg luarbiasa.
Kel 2:1-10

Musa lahir dan diselamatkan
(1) Seorang laki-laki dari keluarga Lewi kawin dengan seorang perempuan Lewi; (2) lalu mengandunglah ia dan melahirkan seorang anak laki-laki. Ketika dilihatnya, bahwa anak itu cantik, disembunyikannya tiga bulan lamanya. (3) Tetapi ia tidak dapat menyembunyikannya lebih lama lagi, sebab itu diambilnya sebuah peti pandan, dipakalnya dengan gala-gala dan ter, diletakkannya bayi itu di dalamnya dan ditaruhnya peti itu di tengah-tengah teberau di tepi sungai Nil; (4) kakaknya perempuan berdiri di tempat yang agak jauh untuk melihat, apakah yang akan terjadi dengan dia. (5) Maka datanglah puteri Firaun untuk mandi di sungai Nil, sedang dayang-dayangnya berjalan-jalan di tepi sungai Nil, lalu terlihatlah olehnya peti yang di tengah-tengah teberau itu, maka disuruhnya hambanya perempuan untuk mengambilnya. (6)Ketika dibukanya, dilihatnya bayi itu, dan tampaklah anak itu menangis, sehingga belas kasihanlah ia kepadanya dan berkata: "Tentulah ini bayi orang Ibrani." (7) Lalu bertanyalah kakak anak itu kepada puteri Firaun: "Akan kupanggilkah bagi tuan puteri seorang inang penyusu dari perempuan Ibrani untuk menyusukan bayi itu bagi tuan puteri?" (8) Sahut puteri Firaun kepadanya: "Baiklah." Lalu pergilah gadis itu memanggil ibu bayi itu. (9) Maka berkatalah puteri Firaun kepada ibu itu: "Bawalah bayi ini dan susukanlah dia bagiku, maka aku akan memberi upah kepadamu." Kemudian perempuan itu mengambil bayi itu dan menyusuinya. (10) Ketika anak itu telah besar, dibawanyalah kepada puteri Firaun, yang mengangkatnya menjadi anaknya, dan menamainya Musa, sebab katanya: "Karena aku telah menariknya dari air." 

Ay 1-2 proses kelahiran.

Di dalam setiap kehidupan manusia ada banyak peristiwa yang harus dialami oleh setiap insan baik secara perorangan maupun secara keluarga. Ada peristiwa yang menggembirakan ada juga peristiwa yang menyedihkan. Ada juga peristiwa yang seharusnya menyenangkan malah membawa penderitaan, demikian juga kebalikannya ada peristiwa yang seharusnya menyedihkan malah menjadi peristiwa yang melegakan.
Contohnya; ketika ada keluarga dekat kita yang mengalami sakit yang parah tetapi masih diberi nafas oleh Allah dalam penderitaannya, dan ini ia alami hingga tahunan. Ketika sampai pada saatnya ia berpulang, biasanya kita sebagai keluarga atau teman dekatnya merasakan kelegaan. Jadi yang biasanya peristiwa kematian adalah peristiwa yang membawa duka, kali ini malah membawa kelegaan.

Ada juga sebuah peristiwa yang membawa kegembiraan yang luar biasa yaitu peristiwa 'Kelahiran', ketika sebuah keluarga diberi oleh Allah seorang anak, seluruh keluarga mengalami sukacita. Tetapi karena dunia telah dikuasai dosa sejak lama banyak peristiwa kelahiran malah membawa bencana.
Misalnya kita mendengar berita- berita saat ini banyak sekali kejadian yang membuat hati kita miris, karena berapa banyak seorang Ibu membuang bayinya, baik yang belum dilahirkan maupun yang sudah dilahirkan. Ini sungguh-sungguh tragis dan menyedihkan. 

Kembali kepada firman Allah di ayat 1 dan 2 pada bacaan hari ini maka terlihat jelas bahwa peristiwa kelahiran Musa membawa kegembiraan hati keluarganya sekaligus membawa masalah bagi keluarganya. Karena kita tahu bahwa yang tertera pada Keluaran 1: 15 Raja Mesir juga memerintahkan kepada bidan-bidan yang menolong perempuan Ibrani, seorang bernama Sifra dan yang lain bernama Pua, katanya: 16 "Apabila kamu menolong perempuan Ibrani pada waktu bersalin, kamu harus memperhatikan waktu anak itu lahir: jika anak laki-laki, kamu harus membunuhnya, tetapi jika anak perempuan, bolehlah ia hidup."

Keluarga Musa tahu bahwa bayi mereka akan dibunuh! Kelahiran yang membawa masalah yang sangat besar. Inilah awal kehidupan Musa yang membuat orang tuanya terutama ibunya harus mencari akal untuk menyelamatkan anaknya.

Jika kita melihat riwayat selanjut dari Musa, maka kita dapat melihat bahwa Ibu nya seorang yang percaya kepada Allah, jadi sangat tidak mungkin ia selama masa kehamilan tidak berdoa kepada Allah. Memang kita tidak tahu apa yang ia doakan, saya hanya berandai-andai, mungkin ia berdoa minta agar bayinya perempuan saja, agar selamat. Tetapi hasilnya berbeda dari doa yang diminta. Inilah kenyataan yang harus kita pelajari, ketika jawaban dari doa kita berbeda dari yang kita pikirkan, bukan berarti Allah mengabaikannya.
Untuk orang yang layak di hadapan -Nya Allah selalu mendengar doa nya. Allah mempunyai suatu tujuan yang tidak pernah kita duga. Dari bacaan hari ini kita dapat belajar bagaimana Ibu Musa mencari akal agar anaknya selamat. Ini pulalah yang harus kita lakukan meminta hikmat Allah, agar kita dibukakan jalan keluar dari masalah yang kita hadapi. 
Satu hal yang harus kita amini adalah : "Allah tidak pernah merencanakan yang buruk bagi umat-Nya"
Sebagai tambahan untuk menguatkan iman kita , ingatlah riwayat Yusuf dalam PL, dan Yusuf mengatakan pada Kej 50:20 Memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan, .....
Dikala keadaan, orang atau sekelompok orang yang merencanakan yang buruk untuk kita, kita ingat Allah, pasti memberikan jalan keluar. Roma 8: (28) Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

Mari lihat jalan keluar yang Allah berikan kepada Ibu Musa dengan membaca ayat selanjutnya.
Ay 3-6 awal dari perjalanan hidup

Musa ketika berumur 3 bulan, sudah tidak bisa disembunyikan lebih lama lagi di rumahnya, maka ibunya merancang sebuah rencana yang matang. Ayat 3 menjelaskan bahwa peti pandan yang dilapisi galah dan ter agar peti itu kedap terhadap air, tidak bocor. Ia tidak berencana menghanyutkan anaknya di sungai Nil, tetapi menaruhnya ditengah teberau. Kata Teberau diterjemahkan dari bahasa ibrani 'suph", yang secara literal berarti gelagah atau rumput tinggi yang hidup di tempat yang berair. Teberau adalah sejenis tanaman air yang termasuk kategori atau keluarga rumput-rumputan. Tingginya bervariasi antara 1,5-5 meter. 
Jadi dengan menaruhnya di tengah tanaman ini, ia percaya peti pandan itu tidak akan hanyut terbawa arus air. 
Pada ay 4 dijelaskan bahwa kakak wanitanya menjaganya dari kejauhan. Ada kemungkinan, sekali kali kakaknya dapat menarik kembali peti itu jika diperlukan.
Tidak dijelaskan dalam Alkitab apakah telah direncanakan terlebih dahulu oleh ibunya agar ditaruh dekat tempat mandi putri Firaun atau secara kebetulan putri Firaun mandi di sekitar sana.
Hanya melihat dari rencana yang matang yang telah dibuat ibunya ada kemungkinan besar , memang hal itu sudah direncanakan oleh Ibu Musa untuk meletakkannya di sekitar tempat mandi Putri Firaun. Ia yakin tidak dapat menyembunyikan dengan cara demikian selamanya, dan ia melihat bayinya adalah bayi yang cantik, sehingga setiap orang yang melihatnya akan jatuh iba dan menyayanginya. Sebuah rencana yang sempurna. 

Melalui peristiwa ini kita dapat belajar, dari sesuatu yang menekan kehidupan dapat menghasilkan sebuah rencana yang baik dan kemudian bagaimana rencana itu akan digenapi Allah. Kuncinya dapat kita baca pada Ibrani 11 : 23 Karena iman maka Musa, setelah ia lahir, disembunyikan selama tiga bulan oleh orang tuanya, karena mereka melihat, bahwa anak itu elok rupanya dan mereka tidak takut akan perintah raja.
Seberapa besar Iman kita kepada Allah? Inilah kunci jawaban bagaimana terjadinya perubahan keadaan dari yang buruk menjadi yang baik.

Ay 7-10 Ibu penuntun kepada Allah.

Melihat judul yang ditelah ditentukan yaitu Yokhebed ibu yang luar biasa. Perlu kita ketahui siapakah Yokhebed itu? Karena dalam ayat yang kita baca tidak menyebutkan nama Yokhebed. Ini bisa kita lihat pada  Keluaran 6 :20. Ia adalah ibunya Musa.
Kita setuju mengatakan bahwa Yokhebed ibu yang luarbiasa, setelah membaca keterangan di atas. Bagaiamana keberaniannya menghadapi hukuman Raja, bagaimana kecerdikannya menyembunyikan Musa hingga bahkan tetap ia yang menyusui Musa walau sampai Musa diangkat anak oleh Putri Firaun (ayat 7-10).
Ketika membaca hal ini kelihatannya hal yang biasa - biasa saja karena kita tidak mengalaminya. Padahal kalau kita selami secara mendalam, kita lihat bagaimana perjuangan Yokhebed dalam rangka menyelamatkan putranya ini. Bagi ibu-ibu yang mengalami tekanan ketika memelihara bayinya dapat merasakan hal demikian.
Ada kejadian yang diceritakan oleh teman saya melalui WAnya sebagai berikut;
Seorg pejabat Tiongkok beserta beberapa kolega, ketika bermain di sebuah kota melihat pedagang kuliner disana menyajikan proses penyembelihan trenggiling hidup sampai memanggangnya. 
Mereka tertarik dan ingin menyaksikan sendiri seluruh proses penyajian hidangan lezat itu.

Konon trenggiling setelah tertangkap krn ketakutan atau defensif, secara naluri & otomatis tubuhnya akan menggulung sendiri dgn sangat erat spt sebuah lingkaran atau bola. 

Umumnya proses penjualan trenggiling sbb: Setelah dipilih pembeli, penjual sekuat tenaga  akan menarik lurus trenggiling yg meringkuk itu, selanjutnya dada dan perut dibelah, organ dalam dikeluarkan kemudian dicuci bersih, dijepit dgn jepitan besi dan dipanggang di atas bara api sampai semua sisik tebal di tubuhnya rontok. 

Ada seorg penjual memilih  trenggiling berbadan gemuk dan dgn ketrampilannya siap menarik lurus trenggiling yg dipegangnya itu. Namun walau sdh sekuat tenaga ia masih tdk mampu menarik lurus trenggiling itu. 
Trenggiling adalah binatang pemakan serangga, terutama
semut dan rayap.

Orang-2 yg menyaksikan merasa heran, penjual muda itu juga kehilangan muka, maka dibantinglah trenggiling malang itu ke lantai dgn keras, sambil menjelaskan trenggiling akan membuka diri jika kesakitan. 

Tidak disangka bantingan ber-kali2 itu malah membuat trenggiling meringkuk lebih erat.
Dari mata sipit trenggiling yg semula terlihat ketakutan telah tertutup dgn rapat, dan moncongnya yg runcing mengalir darah segar, akan tetapi tubuhnya tidak nampak menjadi lurus. Malah terkesan semakin melingkar dgn erat. 

Rombongan tidak tega menyaksikan kondisi trenggiling itu dan melambaikan tangan memberi isyarat agar tidak diteruskan lagi.

Penjual masih belum puas, diambillah jepitan besi lalu menjepit trenggiling kemudian diletakkan di atas api panggangan.
Sisiknya yg keras rontok dan bau terbakar menebar luas.
Tetapi posisi trenggiling tetap tidak berubah. 

Pemuda penjual tidak berdaya lagi. Dia menggelengkan kepala sambil berkata trenggiling ini pasti bermasalah.
Tidak layak dikonsumsi sambil membuangnya ke  lahan pasir yg terletak di belakangnya. 

Kemudian dipilihnya lagi dua ekor yg lain, kali ini proses
pengolahan berjalan lancar dan tidak sampai 5 menit selesai.

Selanjutnya teman itu berkata, ketika temannya sedang membayar, tanpa disengaja dilihatnya trenggiling naas tadi yg di buang di atas pasir per-lahan2 meluruskan tubuhnya, 
kelopak matanya terbuka sedikit, disusul beberapa kedutan lalu menjadi lurus kaku dan tidak bernyawa lagi. 

Seiring tubuhnya menjadi lurus, mereka dikejutkan oleh gerakan lembut dari perut yg terkapar. Muncul seekor trenggiling kecil yg tubuhnya transparan hanya sebesar tikus. 
Perlahan ia membuka mulut kecilnya,  seakan memanggil induknya yg sudah tak bernyawa.

Pemandangan tsb membuat semua orang terpana. 
Dalam sekejap, saya merasakan darah dalam tubuh bergelora, kepala dan rambut seakan membengkak, air mata bergulir dari  kelopak. 

Berat badan trenggiling itu tidak lebih dr 5 kg.
Dan tubuhnya telah mengalami bantingan dan pembakaran.
Tetapi sampai napas terakhirnya masih saja melindungi anaknya.

Tubuh yg telah terpanggang setengah matang, sisik pun rontok semua, namun masih tetap berhasil melindungi keutuhan jiwa dan raga anaknya.

Kekuatan semangatnya telah jauh melampaui batas kehidupan......"Cinta kasih" induk hewan begitu mengharukan! 

Bagaimana dengan manusia saat ini?
Sebagai orang Kristen sudah seharusnya kita lebih daripada seekor trenggiling!
Dalam kitab Yesaya 49:15 a Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? 

Seorang ibu Kristen atau orang tua Kristen, bukan hanya sekedar menyayangi anaknya tetapi juga ada suatu kewajiban untuk mengajarkan agar anaknya menjadi anak yang takut akan Tuhan, yang setia kepada Tuhan. 
Hal inilah yang tidak ditulis dalam bacaan hari ini, tetapi kita tahu bagaimana perjalanan hidup Musa selanjutnya, dimana ia merupakan sosok yang percaya kepada Allah dan takut kepada-Nya.
Siapa yang mengajarkannya? Sedangkan ia dibesarkan dilingkungan istana Firaun yang tidak percaya kepada Allah? Bagaimana ia mengerti bahwa ia seorang Ibrani?
Walau tidak ditulis, tetapi banyak orang atau teolog percaya bahwa hal ini pasti diajarkan oleh Ibunya ketika ia disapih oleh ibunya. Ibunya yaitu Yokhebed bukan hanya menyayangi tetapi juga mengajari untuk takut akan Allah, inilah yang membuat ia seorang Ibu yang luar biasa.
Dalam Ibrani 11 : 24 Karena iman maka Musa, setelah dewasa, menolak disebut anak puteri Firaun, 25 karena ia lebih suka menderita sengsara dengan umat Allah dari pada untuk sementara menikmati kesenangan dari dosa.
Ibunya Yokhebed bisa bangga ketika mengetahui Iman Musa, ia telah berhasil menjalankan tugasnya sebagai ibu yang berkenan di hadapan Allah.

Bagaimanakah kita ? Sudahkah kita menjadi orang tua yang mau merelakan waktu untuk mengajarkan anak-anak kita agar setia kepada Allah? Atau kita masih disibukkan mencari yang dunia cari, sehingga pengajaran anak kita serahkan kepada orang lain?
Belajarlah kepada Yokhebed!

Bogor, 30 Januari 2016
Luki F. Hardian