Jumlah Pengunjung

20160528

Renungan Filipus - Pria yang siap sedia

Filipus- Pria yang siap sedia (Kis 8:4-40)

Kisah Para Rasul 8:4-40
Filipus di Samaria
8:4 Mereka yang tersebar itu menjelajah seluruh negeri itu sambil memberitakan Injil. 8:5 Dan Filipus pergi ke suatu kota di Samaria dan memberitakan Mesias kepada orang-orang di situ. 8:6 Ketika orang banyak itu mendengar pemberitaan Filipus dan melihat tanda-tanda yang diadakannya, mereka semua dengan bulat hati menerima apa yang diberitakannya itu. 8:7 Sebab dari banyak orang yang kerasukan roh jahat keluarlah roh-roh itu sambil berseru dengan suara keras, dan banyak juga orang lumpuh dan orang timpang yang disembuhkan. 8:8 Maka sangatlah besar sukacita dalam kota itu. 8:9 Seorang yang bernama Simon telah sejak dahulu melakukan sihir di kota itu dan mentakjubkan rakyat Samaria, serta berlagak seolah-olah ia seorang yang sangat penting. 8:10 Semua orang, besar kecil, mengikuti dia dan berkata: "Orang ini adalah kuasa Allah yang terkenal sebagai Kuasa Besar." 8:11 Dan mereka mengikutinya, karena sudah lama ia mentakjubkan mereka oleh perbuatan sihirnya. 8:12 Tetapi sekarang mereka percaya kepada Filipus yang memberitakan Injil tentang Kerajaan Allah dan tentang nama Yesus Kristus, dan mereka memberi diri mereka dibaptis, baik laki-laki maupun perempuan. 8:13 Simon sendiri juga menjadi percaya, dan sesudah dibaptis, ia senantiasa bersama-sama dengan Filipus, dan takjub ketika ia melihat tanda-tanda dan mujizat-mujizat besar yang terjadi. 8:14 Ketika rasul-rasul di Yerusalem mendengar, bahwa tanah Samaria telah menerima firman Allah, mereka mengutus Petrus dan Yohanes ke situ. 8:15 Setibanya di situ kedua rasul itu berdoa, supaya orang-orang Samaria itu beroleh Roh Kudus. 8:16 Sebab Roh Kudus belum turun di atas seorangpun di antara mereka, karena mereka hanya dibaptis dalam nama Tuhan Yesus. 8:17 Kemudian keduanya menumpangkan tangan di atas mereka, lalu mereka menerima Roh Kudus. 8:18 Ketika Simon melihat, bahwa pemberian Roh Kudus terjadi oleh karena rasul-rasul itu menumpangkan tangannya, ia menawarkan uang kepada mereka, 8:19 serta berkata: "Berikanlah juga kepadaku kuasa itu, supaya jika aku menumpangkan tanganku di atas seseorang, ia boleh menerima Roh Kudus." 8:20 Tetapi Petrus berkata kepadanya: "Binasalah kiranya uangmu itu bersama dengan engkau, karena engkau menyangka, bahwa engkau dapat membeli karunia Allah dengan uang. 8:21 Tidak ada bagian atau hakmu dalam perkara ini, sebab hatimu tidak lurus di hadapan Allah. 8:22 Jadi bertobatlah dari kejahatanmu ini dan berdoalah kepada Tuhan, supaya Ia mengampuni niat hatimu ini; 8:23 sebab kulihat, bahwa hatimu telah seperti empedu yang pahit dan terjerat dalam kejahatan." 8:24 Jawab Simon: "Hendaklah kamu berdoa untuk aku kepada Tuhan, supaya kepadaku jangan kiranya terjadi segala apa yang telah kamu katakan itu." 8:25 Setelah keduanya bersaksi dan memberitakan firman Tuhan, kembalilah mereka ke Yerusalem dan dalam perjalanannya itu mereka memberitakan Injil dalam banyak kampung di Samaria.
Sida-sida dari tanah Etiopia
8:26 Kemudian berkatalah seorang malaikat Tuhan kepada Filipus, katanya: "Bangunlah dan berangkatlah ke sebelah selatan, menurut jalan yang turun dari Yerusalem ke Gaza." Jalan itu jalan yang sunyi. 8:27 Lalu berangkatlah Filipus. Adalah seorang Etiopia, seorang sida-sida, pembesar dan kepala perbendaharaan Sri Kandake, ratu negeri Etiopia, yang pergi ke Yerusalem untuk beribadah. 8:28Sekarang orang itu sedang dalam perjalanan pulang dan duduk dalam keretanya sambil membaca kitab nabi Yesaya. 8:29 Lalu kataRoh kepada Filipus: "Pergilah ke situ dan dekatilah kereta itu!" 8:30 Filipus segera ke situ dan mendengar sida-sida itu sedang membaca kitab nabi Yesaya. Kata Filipus: "Mengertikah tuan apa yang tuan baca itu?" 8:31 Jawabnya: "Bagaimanakah aku dapat mengerti, kalau tidak ada yang membimbing aku?" Lalu ia meminta Filipus naik dan duduk di sampingnya. 8:32 Nas yang dibacanya itu berbunyi seperti berikut: Seperti seekor domba Ia dibawa ke pembantaian; dan seperti anak domba yang kelu di depan orang yang menggunting bulunya, demikianlah Ia tidak membuka mulut-Nya. 8:33 Dalam kehinaan-Nya berlangsunglah hukuman-Nya; siapakah yang akan menceriterakan asal-usul-Nya? Sebab nyawa-Nya diambil dari bumi. 8:34 Maka kata sida-sida itu kepada Filipus: "Aku bertanya kepadamu, tentang siapakah nabi berkata demikian? Tentang dirinya sendiri atau tentang orang lain?" 8:35 Maka mulailahFilipus berbicara dan bertolak dari nas itu ia memberitakan Injil Yesus kepadanya. 8:36 Mereka melanjutkan perjalanan mereka, dan tiba di suatu tempat yang ada air. Lalu kata sida-sida itu: "Lihat, di situ ada air; apakah halangannya, jika aku dibaptis?" 8:37 (Sahut Filipus: "Jika tuan percaya dengan segenap hati, boleh." Jawabnya: "Aku percaya, bahwa Yesus Kristus adalah Anak Allah.") 8:38 Lalu orang Etiopia itu menyuruh menghentikan kereta itu, dan keduanya turun ke dalam air, baik Filipus maupun sida-sida itu, dan Filipus membaptis dia. 8:39 Dan setelah mereka keluar dari air, Roh Tuhan tiba-tiba melarikan Filipus dan sida-sida itu tidak melihatnya lagi. Ia meneruskan perjalanannya dengan sukacita. 8:40 Tetapi ternyata Filipus ada di Asdod. Ia berjalan melalui daerah itu dan memberitakan Injil di semua kota sampai ia tiba di Kaisarea.


Ayat 1-12 : Tugas pertama untuk Filipus melayani di Samaria.
Kata siap sedia berarti keadaan dimana seseorang secara sadar dalam keadaan siap untuk melakukan sesuatu. Siap sedia ini lebih mudah diartikan dalam bahasa inggris yaitu 'ready'. Kalau kita menonton suatu pertandingan tinju, maka sebelum terjadinya buku pukul, biasanya sang wasit akan menanyakan kepada petinju dari sudut merah :" Are you ready?", dan sipetinju menganggukkan kepala, kemudian sang wasit kembali menanyakan pertanyaan yang sama kepada petinju dari sudut biru :" Are you ready?". Kemudian sipetinju ini juga menganggukkan kepalanya, dan dengan lantang sang wasit akan meneriakkan kata:"BOX!". Mulailah kedua petinju saling bertinju.

Petinju menyatakan ia ready untuk bertinju, berarti sebelumnya ia pasti telah berlatih diri dengan sungguh-sungguh penghadapi pertandingan ini. Melalui ilustrasi ini maka kata 'Siap Sedia' menjadi jelas! Rasul Paulus pun dalam melaksanakan pelayanannya sering mengilustrasikan dengan olah raga.
2 Timotius 4: 7 Aku telah mengakhiri pertandingan yang baik, aku telah mencapai garis akhir dan aku telah memelihara iman.

Siapakah Filipus ini yang diceritakan dalam Kisah Para Rasul 8 ini?
Ada 4 tokoh yg memakai nama Filipus, yg dikenal oleh para penulis PB.
1. Seorang putra Herodes Agung dan Mariamne, putri Simon, Imam Besar. (Mat 14:3: Mrk 6:17, Luk 3:19).
2. Seorang putra Herodes Agung dari istrinya yg kelima, yaitu Kleopatra orang Yerusalem. (Luk 3:1)
3. Filipus yg rasul, dipanggil mengikuti Yesus pada keesokan harinya sesudah Andreas dan Simon dipanggil, dan dialah pengantara yg membawa Natanael mengikuti Yesus (Yoh 1:43-46).
4. Filipus adalah seorang dari 'tujuh orang' yg terpilih menjadi pelayan dari jemaat di Yerusalem (Kis 6:3,5).

Jadi yang yang kita bahas adalah Filipus tokoh ke 4 yang tertulis dalam PB yaitu seorang diakon, mungkin saat ini setara dengan Penatua dari jemaat Yerusalem. Para Rasul menugaskan Filipus untuk mengabarkan Injil ke Samaria tentunya ada alasan tertentu, jika melihat sejarah bangsa Israel dapat terlihat bagaimana bangsa Samaria itu begitu dianggap rendah oleh bangsa Yahudi. Sampai-sampai Tuhan Yesus menggunakannya sebagai perumpamaan "Orang Samaria yang murah hati" ( Lukas 10:25-37)
Dan bangsa Samaria pun mempunyai perasaan yang sama yaitu tidak menyukai bangsa Yahudi, ini dapat dilihat pada Lukas 9: 51-56 .Tentang penolakan mereka terhadap Yesus, yang mereka anggap sebagai bangsa Yahudi.

Filipus yang diminta untuk mengabarkan Injil ke Samaria adalah seorang Yunani, bukan seorang Yahudi, sehingga bangsa Samaria tidak mempunyai prasangka yang negatif tentang dia. Inilah mungkin alasan Para Rasul mengirimkan Filipus terlebih dahulu ke Samaria agar mereka menerima Kristus. Di sana Filipus banyak memberikan tanda-tanda dan mujizat (ayat 6-8) dan banyak orang menerima Kristus! Di ayat 12 ditulis, mereka (bangsa Samaria) bersedia dibaptis, baik laki-laki maupun peremuan.

Bersediakah kita jika kita ditugaskan oleh Allah kemana saja?
Dengan melihat judul yang diberikan :" Filipus -pria yang siap sedia" , maka kita segera mengerti bahwa Filipus seorang yang ready untuk melakukan tugas pelayan kemana saja dan kepada siapa saja!
Walaupun kita merasa bukan siapa-siapa dan tidak mempunyai jabatan atau gelar akan tetapi dalam hal ke Rohanian, sudah sepantasnya kita juga harus selalu siap sedia!

Motivasi pelayanan.
Ayat 13-25
Ketika kita membaca ayat 9-11 ada seorang bernama Simon yang ahli sihir. Simon ini juga tertarik kepada ajaran Filipus terutama dalam hal membuat mujizat. Dia pun bersedia di baptis (ay 13). Ketika Para Rasul datang untuk memberikan Roh Kudus kepada petobat baru. Simon begitu kagumnya akan kemampuan Roh Kudus, sehingga ia mau membelinya agar diberikan kuasa seperti Para Rasul (ayat 18-19).

Disini tampaklah motivasi dari pada Simon mengikut Kristus, bukan untuk memuliakan-Nya tetapi untuk ketenaran namanya sendiri.
Motivasi tidaklah selalu buruk, dan salah. Karena tanpa sadar ketika kita mengerjakan sesuatu sebenarnya di dalamnya terkandung motivasi. Jika kita melihat KBBI arti kata motivasi adalah:
1. dorongan yg timbul pd diri seseorang secara sadar atau tidak sadar untuk melakukan suatu tindakan dng tujuan tertentu;
2. usaha yg dapat menyebabkan seseorang atau kelompok orang tertentu tergerak melakukan sesuatu krn ingin mencapai tujuan yg dikehendakinya atau mendapat kepuasan dng perbuatannya;
Jadi jelas bahwa segala sesuatu yang kita kerjakan atau melakukan suatu tindakan, sebenarnya di dalamnya ada sesuatu yang mendorong kita.

Ketika mempelajari tujuan Simon (orang samaria) menjadi pengikut Kristus, jelas yang mendorongnya adalah ambisinya untuk menjadi tenar dan berkuasa. Suatu motivasi yang salah.
Simon yang mencari kuasa dan karunia dari Roh Kudus ini dan juga kuasa untuk memberikannya (ayat Kis 8:19) ditolak Allah karena hatinya tidak lurus di hadapan Allah; Simon masih jahat dan "terjerat dalam kejahatan" (ayat Kis 8:22-23). Karunia Roh Kudus yang sejati hanya akan dicurahkan atas mereka yang "takut akan Dia dan yang mengamalkan yang benar" (Kis 10:35; Kis 10:44-48; Kis 5:32).

Simon tukang sihir ini mau menempuh jalan pintas, tanpa mau melewati proses pertobatan yang sungguh-sungguh.

Apa motivasi kita mengikuti Kristus?
Mengapa kita mau mengikuti Kristus?
Apa motivasi kita dalam pelayanan?
Mari kita periksa dalam-dalam apakah motivasi kita itu?

Siap sedia
Ayat 26-40
Tampaknya Filipus telah berhasil dalam tugasnya di Samaria, dan Allah mengirimkan Malaikat untuk memberi tugas pelayanan baru (ay 26). Malaikat menggambarkan secara jelas sekali untuk tempat dan waktunya kepada Filipus (ay 27-28), dan kembali Roh Kudus menegaskan sekali lagi apa yang harus Filipus perbuat (ay 29).

Yang menjadi pertanyaan adalah mungkinkah Allah memerintahkan Filipus suatu tugas yang mana ia tidak dapat melaksanakannya? Tidak mungkin bukan!
Inilah satu lagi pembuktian bagaimana kesiap-sediaan dari Filipus. Bahkan di ayat 31-35 Filipus dapat menjelaskan Injil dengan tepat ketika sida-sida bertanya tentang kitab Yesaya.

Jika kita kembali ke ilustrasi di atas tentang seorang petinju yang ready dalam pertandingan, tentunya itu berarti ia telah berlatih keras sebelumnya.

Demikian juga dengan Filipus, pasti ia juga mempelajari seluruh kitab - kitab yang dibaca juga oleh orang Yahudi sehingga mengerti bahwa Mesias itu adalah Kristus. Proses pembelajaran ini harus ditempuh, tidak dapat potong kompas.
Filipus mendapatkan gemblengan dari Para Rasul yang ada di Yerusalem, dan ketika Roh Kudus turun kepada orang-orang percaya pada saat itu, maka mereka diberikan kemampuan yang lebih dan keberanian dalam mempertahankan iman kepercayaannya.
Demikian juga Filipus, walau tahu rekan sepelayanannya Stefanus menjadi martir, ia tidak mundur dalam pelayanannya.
Inilah yang menyukakan hati Allah, sehingga pada akhir bacaan hari ini kita lihat bagaimana berhasilnya pekerjaan Filipus sehingga orang Etiopia itu minta dibaptis (ayat 38).
Pada dua ayat terakhir kita dapat melihat bagaimana Filipus ditugaskan kembali oleh Allah ketempat lainnya.
Sehingga pada akhirnya Filipus ini terkenal sebagai "Pemberita Injil"! (Kis 21:8). Ini merupakan pencapaian dari kesiap-sediaan Filipus.

Dimana posisi kita saat ini? Apakah dalam keadaan siap sedia?
Dalam kehidupan yang serba cepat dan menekan, kita sebagai orang Kristen tampaknya hanya sampai pada sebutan saja, yaitu orang Kristen. Belum benar-benar seorang pengikut Kristus yang sejati.
Kapan kita terakhir kali bersaat teduh dengan Tuhan?
Adakah waktu yang kita sediakan untuk belajar mendalami Firman Allah?
Lalu apakah dapat kita sebutkan bahwa kita ada dalam keadaan siap sedia?
Jangankan dalam mengerjakan tugas penginjilan, mungkin menghadapi kematian pun kita belum siap sedia!

Kesimpulan:

Tuhan tetap bekerja dengan aktif hingga saat ini dan selamanya, dan IA tahu siapa yang benar-benar siap sedia dalam menjalankan tugas yang IA berikan ! Jadilah diri kita selalu siap sedia mendapatkan panggilanNya.


Bogor 27 Mei 2016
Luki F. Hardian

20160407

Renungan Marta - Hidup yang salah dimengerti

April - Marta - Hidup yang Salah Dimengerti (Yohanes 11:1-44)
Lazarus dibangkitkan
(1) Ada seorang yang sedang sakit, namanya Lazarus. Ia tinggal di Betania, kampung Maria dan adiknya Marta. (2) Maria ialah perempuan yang pernah meminyaki kaki Tuhan dengan minyak mur dan menyekanya dengan rambutnya. (3) Dan Lazarus yang sakit itu adalah saudaranya. Kedua perempuan itu mengirim kabar kepada Yesus: "Tuhan, dia yang Engkau kasihi, sakit." (4) Ketika Yesus mendengar kabar itu, Ia berkata: "Penyakit itu tidak akan membawa kematian, tetapi akan menyatakan kemuliaan Allah, sebab oleh penyakit itu Anak Allah akan dimuliakan." (5) Yesus memang mengasihi Marta dan kakaknya dan Lazarus. (6) Namun setelah didengar-Nya, bahwa Lazarus sakit, Ia sengaja tinggal dua hari lagi di tempat, di mana Ia berada; (7) tetapi sesudah itu Ia berkata kepada murid-murid-Nya: "Mari kita kembali lagi ke Yudea." (8) Murid-murid itu berkata kepada-Nya: "Rabi, baru-baru ini orang-orang Yahudi mencoba melempari Engkau, masih maukah Engkau kembali ke sana?" (9) Jawab Yesus: "Bukankah ada dua belas jam dalam satu hari? Siapa yang berjalan pada siang hari, kakinya tidak terantuk, karena ia melihat terang dunia ini. (10) Tetapi jikalau seorang berjalan pada malam hari, kakinya terantuk, karena terang tidak ada di dalam dirinya." (11) Demikianlah perkataan-Nya, dan sesudah itu Ia berkata kepada mereka: "Lazarus, saudara kita, telah tertidur, tetapi Aku pergi ke sana untuk membangunkan dia dari tidurnya." (12) Maka kata murid-murid itu kepada-Nya: "Tuhan, jikalau ia tertidur, ia akan sembuh." (13) Tetapi maksud Yesus ialah tertidur dalam arti mati, sedangkan sangka mereka Yesus berkata tentang tertidur dalam arti biasa. (14) Karena itu Yesus berkata dengan terus terang: "Lazarus sudah mati; (15) tetapi syukurlah Aku tidak hadir pada waktu itu, sebab demikian lebih baik bagimu, supaya kamu dapat belajar percaya. Marilah kita pergi sekarang kepadanya." (16) Lalu Tomas, yang disebut Didimus, berkata kepada teman-temannya, yaitu murid-murid yang lain: "Marilah kita pergi juga untuk mati bersama-sama dengan Dia." (17) Maka ketika Yesus tiba, didapati-Nya Lazarus telah empat hari berbaring di dalam kubur. (18) Betania terletak dekat Yerusalem, kira-kira dua mil jauhnya. (19) Di situ banyak orang Yahudi telah datang kepada Marta dan Maria untuk menghibur mereka berhubung dengan kematian saudaranya. (20) Ketika Marta mendengar, bahwa Yesus datang, ia pergi mendapatkan-Nya. Tetapi Maria tinggal di rumah.(21) Maka kata Marta kepada Yesus: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati. (22) Tetapi sekarangpun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya." (23) Kata Yesus kepada Marta: "Saudaramu akan bangkit." (24) Kata Marta kepada-Nya: "Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman." (25) Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, (26) dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?" (27) Jawab Marta: "Ya, Tuhan, aku percaya, bahwa Engkaulah Mesias, Anak Allah, Dia yang akan datang ke dalam dunia." (28)Dan sesudah berkata demikian ia pergi memanggil saudaranya Maria dan berbisik kepadanya: "Guru ada di sana dan Ia memanggil engkau." (29) Mendengar itu Maria segera bangkit lalu pergi mendapatkan Yesus. (30) Tetapi waktu itu Yesus belum sampai ke dalam kampung itu. Ia masih berada di tempat Marta menjumpai Dia. (31) Ketika orang-orang Yahudi yang bersama-sama dengan Maria di rumah itu untuk menghiburnya, melihat bahwa Maria segera bangkit dan pergi ke luar, mereka mengikutinya, karena mereka menyangka bahwa ia pergi ke kubur untuk meratap di situ.(32) Setibanya Maria di tempat Yesus berada dan melihat Dia, tersungkurlah ia di depan kaki-Nya dan berkata kepada-Nya: "Tuhan, sekiranya Engkau ada di sini, saudaraku pasti tidak mati."(33) Ketika Yesus melihat Maria menangis dan juga orang-orang Yahudi yang datang bersama-sama dia, maka masygullah hati-Nya. Ia sangat terharu dan berkata: (34) "Di manakah dia kamu baringkan?" Jawab mereka: "Tuhan, marilah dan lihatlah!" (35) Maka menangislah Yesus. (36) Kata orang-orang Yahudi: "Lihatlah, betapa kasih-Nya kepadanya!" (37) Tetapi beberapa orang di antaranya berkata: "Ia yang memelekkan mata orang buta, tidak sanggupkah Ia bertindak, sehingga orang ini tidak mati?" (38) Maka masygullah pula hati Yesus, lalu Ia pergi ke kubur itu. Kubur itu adalah sebuah gua yang ditutup dengan batu. (39) Kata Yesus: "Angkat batu itu!" Marta, saudara orang yang meninggal itu, berkata kepada-Nya: "Tuhan, ia sudah berbau, sebab sudah empat hari ia mati." (40)Jawab Yesus: "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu: Jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?" (41) Maka mereka mengangkat batu itu. Lalu Yesus menengadah ke atas dan berkata: "Bapa, Aku mengucap syukur kepada-Mu, karena Engkau telah mendengarkan Aku. (42) Aku tahu, bahwa Engkau selalu mendengarkan Aku, tetapi oleh karena orang banyak yang berdiri di sini mengelilingi Aku, Aku mengatakannya, supaya mereka percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku." (43) Dan sesudah berkata demikian, berserulah Ia dengan suara keras: "Lazarus, marilah ke luar!" (44) Orang yang telah mati itu datang ke luar, kaki dan tangannya masih terikat dengan kain kapan dan mukanya tertutup dengan kain peluh. Kata Yesus kepada mereka: "Bukalah kain-kain itu dan biarkan ia pergi."


Hidup yang salah dimengerti!
Pernyataan Pertama untuk Percaya! Ayat 1- 18
Judul renungan kali ini adalah "Marta, hidup yang salah dimengerti" diambil dari buku "Sorotan Iman" yang diterbitkan oleh PT. Duta Harapan Dunia, ditulis oleh Bill Crowder. Melalui tulisannya kita dapat pelajari dasyatnya efek dari kesalah mengertian terutama yang menyangkut kehidupan manusia.
Inilah cuplikan tulisannya:"Salah pengertian dapat menjadi hal yang sangat berbahaya. Dan hal itu tidak hanya berlaku pada peristiwa-peristiwa di dunia. Kesalahpahaman alkitabiah dapat menjadi ancaman bagi kita dan bagi kehidupan gereja itu sendiri.
Komunitas Kristen sering melakukan kesalahan karena salah mengerti atau salah menerapkan kebenaran Alkitab dengan cara mengenyahkan asumsi daripada mempelajarinya dengan hati-hati. Hal itu biasanya disebabkan karena kita tidak mau berusaha untuk mengerti. Kita menemukan cukup informasi di permukaan untuk menarik beberapa kesimpulan, tetapi kita tak pernah menggali lebih lanjut unsur-unsur di bawah permukaan ini untuk meraih makna terdalam dari kebenaran Alkitab, dan kita sudah berpuas diri dengan apa yang tersurat daripada mencari yang tersirat di dalamnya. Tentunya hal ini jarang menimbulkan perang dunia (meskipun kadang-kadang rasanya seperti itu di dalam kehidupan sebuah gereja!), tetapi kesalahpahaman seperti ini dapat mengantarkan kita pada penilaian salah yang serius, yang pada gilirannya dapat menyebabkan perpecahan, perasaan yang terluka, dan bahkan sumber daya yang terbuang sia-sia."

Apa yang terpikir atau teringat oleh kita ketika mendengar nama Marta yang ada di PB? Saya menebak bahwa hampir seluruh dari diri kita teringat pada Marta adalah seorang wanita yang mengadu kepada Yesus tentang saudaranya Maria yang tidak mau membantu dia. Peristiwa yang dapat kita baca pada Lukas 10:38-42 yang oleh LAI diberi judul Maria dan Marta. Kesalah pengertian pertama tentang Marta adalah sosok wanita yang negatif dan Maria sosok yang positif. Sering kali ketika kita bertemu dengan wanita yang demikian sibuk mengerjakan ini dan itu di Gereja, langsung saja kita menyebutnya Marta! Sungguh kasihan Marta, nanti kita lihat benarkah penilaian tentang dia selama ini?
Sebelumnya mari kita baca baik-baik ayat 1-8 bacaan hari ini. Di ayat 4 dengan tegas Yesus berkata:"Penyakit itu tidak akan membawa kematian..... Yesus sudah menunjukkan keilahiannya. Di ayat 5 tertulis bahwa Yesus memang mengasihi Marta, Maria dan Lazarus. Ayat 6 mengatakan Yesus malah tinggal lagi ditempatnya 2 hari. Bukankah Yesus mengasihi mereka bertiga ? Lalu mengapa tidak buru-buru datang ketempat Lazarus? Ini bisa menimbulkan kesalah pengertian yang fatal, bukan?
Bagaimana mungkin orang yang mengasihi tetapi tidak segera datang setelah mendengar kabar tentang keadaan orang yang dikasihi sedang sakit?
Yesus mengatakan bahwa penundaan-Nya bukan karena kekurangan kasih, kemurahan atau belas kasihan, tetapi untuk kemuliaan Allah (ayat Yoh 11:4) dan kerajaan-Nya serta kebaikan kekal dari mereka yang menderita (ayat Yoh 11:15,23-26,40-44).

Di ayat 7 Yesus mengajak murid-muridnya ke Yudea. Disini jelas telah menimbulkan kesalah pengertian murid-murid Yesus, di ayat 8 ........, masih maukah Engkau kembali kesana?"
Di ayat 12 telah terjadi kesalah pengertian kembali dari murid-murid Kristus, sehingga Yesus harus menjelaskannya di ayat 13-14. Kemudian Yesus memberikan suatu penegasan yang sangat berarti di ayat 15. Bukannya tambah jelas bagi murid-muridnya, malah Tomas di ayat 16 berpikir untuk mati bersama saat itu! Tomas saat itu mempunyai kepercayaan kepada Gurunya, tapi salah mengartikan kepercayaannya itu. Ini yang disebut akibat yang tragis oleh Bill Crowder.
Ketika Yesus tiba Betania, Lazarus telah meninggal 4 hari! Ini juga menimbulkan sekali lagi kesalah pengertian tentang kehidupan.

Mengapa hal demikian semuanya dapat terjadi? Murid-murid Yesus yang setiap hari bergaul denganNya, berjalan bersamaNya, menyaksikan banyak mujizat yang Yesus buat. Tetapi mereka khawatir akan hidup Yesus? Ada penjelasan Calvin mengenai ayat ini, dikatakannya bahwa sebenarnya murid-murid Yesus bukan khawatir tentang hidup Yesus, melainkan mengkhawatirkan hidup mereka.
Kalau melihat perjalanan selanjutnya atau ayat-ayat selanjut memang apa yang ditulis Calvin dapat diterima. Yaitu bagaimana mereka semua lari ketika Yesus disalibkan.
Bagaimana dengan kita? Berapa banyak kita menyalah artikan hidup kita? Ini disebabkan oleh logika kita yang ditaruh diatas iman kita! Ini juga yang terjadi pada murid-murid Kristus saat itu. Bagaimana reaksi kita ketika berada dalam kesulitan, penyakit atau keadaan apa pun yang membuat kita menderita? Dari ayat - ayat ini kita dapat pelajari bahwa perhitungan waktu dan tujuan Yesus berbeda dengan yang kita ingini. Memang perhitungan waktu dan kehendak Allah di tengah-tengah penderitaan kita berbeda dengan yang kita ingini. Allah menjawab kita sesuai dengan kebijaksanaan dan kasih-Nya. Untuk itu kita perlu belajar untuk Percaya kepada Nya! Ayat-ayat selanjutnya adalah cara bagaimana kita bisa belajar untuk Percaya.

Pernyataan kedua untuk Percaya : Ayat 19- 28
Marta yang mulai percaya
Pada ayat 20 ; Ketika Marta mendengar, bahwa Yesus datang, Ia pergi mendapatkan-Nya. Tetapi Maria tinggal di rumah.
Kita tidak tahu persis pada tepat saat itu untuk apa Marta bergesa menghampiri Yesus yang baru saja tiba di Betania, untuk bertanya? Atau untuk mengeluhkan kenapa Yesus begitu terlambat datang? Sedangkan Maria diam saja di rumahnya. Inipun tidak ada satu orang yang tahu pasti mengapa Maria diam saja di rumah? Mungkin dia pikir, toh saudaranya telah meninggal, dan tidak satupun yang dapat mengubahnya. Apalagi mengingat sudah 4 hari lewat sejak Lazarus meninggal. Yang menurut kepercayaan atau kebudayaan Yahudi bahwa jiwa orang yang meninggal telah meninggalkannya setelah 4 hari. Mereka bangsa Yahudi percaya bahwa jiwa orang yang meninggal ada tetap pada tubuhnya sampai hari ke 3.
Di ayat 21-22 barulah tampak kenapa Marta bergegas menghampiri Yesus. Ternyata gambaran tentang Marta yang selama ini kita pikir selalu negatif, yaitu yang sok sibuk dan mengeluh, telah berubah ia sekarang mempunyai keyakinan kepada Yesus. Ayat 22: "Tetapi sekarang pun aku tahu, bahwa Allah akan memberikan kepada-Mu segala sesuatu yang Engkau minta kepada-Nya."
Pada ayat 25- 26 Yesus menegaskan dengan jelas siapa Dirinya itu!
Ayat 27 Marta menunjukkan pertumbuhan iman yang besar dikala kesusahan melandanya. Ia mengakui bahwa Yesus adalah Mesias!

Seharus sebagai orang yang mengaku dirinya pengikut Kristus, dalam kehidupan haruslah ia menunjukkan kemajuan rohani yang berarti. Kita dapat melihat perubahan yang terjadi dalam diri Marta. Ketika tekanan hidup datang kita dapat memilih untuk seperti Marta yang malah tumbuh iman percayanya atau malah berhenti percaya dan meninggalkan Kristus?
Bagaimana jika dalam kehidupan, baik diri kita sendiri atau orang - orang yang kita kasihi menderita suatu penyakit yang mematikan? Kita sudah berdoa dan berusaha semaksimal mungkin, bahkan harta telah terkuras habis untuk melawan penyakit itu. Dan akhirnya semuanya tampak sia-sia karena kematian tetap datang menghampiri!
Firman Allah mengajarkan kepada semua orang percaya bahwa bagi mereka yang percaya kepada Yesus, kematian jasmaniah bukanlah merupakan akhir yang mengerikan. Sebaliknya, peristiwa tersebut merupakan pintu kepada hidup kekal yang berkelimpahan dan persekutuan dengan Allah. "Akan hidup" dari ayat Yoh 11:25 menunjuk kepada kebangkitan; sedangkan istilah "tidak akan mati selama-lamanya" dalam ayat Yoh 11:26 berarti bahwa orang percaya yang dibangkitkan tidak pernah akan mati. Mereka akan memiliki tubuh baru, yang kekal dan tidak dapat binasa (1Kor 15:42,54), yang tidak dapat mati atau merosot keadaannya (Rom 8:10; 2Kor 4:16)

Pembuktian : ayat 29-44
Mengubah dari Hidup yang salah dimengerti menjadi hidup bersamaNya!
Di atas kita menebak-nebak tentang Maria, di ayat 32 ternyata Maria pun tidak berubah pandangannya terhadap Yesus, dulu percaya, dan sekarang pun ia percaya penuh kepada-Nya.
Hanya pada ayat 39 kembali logika Marta bekerja dengan mengatakan bahwa mayat telah berbau karena sudah 4 hari.
Pada ayat 40 sekali lagi Yesus menegaskan dengan sangat jelas "Bukankah sudah Kukatakan kepadamu; jikalau engkau percaya engkau akan melihat kemuliaan Allah?"
Pada ayat selanjutnya 41-44 terjadilah pembuktian apa yang Yesus ucapkan! Lazarus bangkit dari kubur, walau sudah mati 4 hari, ini sekaligus mematahkan kepercayaan orang - orang yahudi.

Hal demikian bisa pula terjadi kepada diri kita, kita kadang-kadang goyah seperti Marta, karena logika kita mengatakan tidak mungkin atau kita bisa saja telah mempunyai asumsi atau kebiasaan/ kebudayaan seperti orang Yahudi tentang pengertiannya akan jiwa, dan pengertian tentang hidup karena hal itulah yang mengakibatkan yang terjadi persis seperti judul " Hidup yang salah dimengerti".
Semuanya diakibatkan kekurang percayaan kita kepada Kristus. Ini pula yang terjadi pada saat Yesus berada disekitar Yerusalem. Mari kita lihat pasal sebelumnya yaitu Yoh 10 :22-39 sekali lagi Yesus menekankan di ay 25-28 yang artinya sama adalah meninta orang Yahudi mempercayaiNya! Tetapi mereka tetap menolak! Bahkan di ay 31 Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus. Semua orang Yahudi menolak Dia, bahkan di ay 39 Sekali lagi mereka mencoba menangkap Dia, tetapi Ia luput dari tangan mereka!

Kemudian kita lihat pasal sesudahnya , sesudah Lazarus bangkit yaitu Yohanes 11:45-57
Walau telah melihat apa yang Yesus kerjakan terhadap Lazarus dan banyak membuat mujizat, mereka bukannya berbalik untuk percaya malah mereka membuat persepakatan untuk membunuh Yesus! Tragis bukan kalau hidup yang salah dimengerti!

Kesimpulan atau makna terdalam yang Alkitab ingin ajarkan:
Dimana posisi kita saat ini setelah mengaku pengikut Kristus sekian tahun lamanya?
Berapa banyak mujizat lagi yang harus Yesus tunjukkan kepada kita, baru kita mau percaya kepadaNya sepenuh hati, jiwa dan akal budi kita?

Bogor, 7 April 2016
Luki F. Hardian